Stalking You


Author : Pyeon Sojung
Title : Stalking You
Casts : 

- Baek Chang Yi (OC)
- Cho Kyu Hyun
- Kim Jong Woon
Length : Oneshot
Genre : School-life, Teenage
Rating : General



[Baek Chang Yi’s POV]

Matematika. Hal yang paling aku benci di dunia. Ah, ayolah! Aku bahkan belum bisa membedakan yang mana integral atau turunan dan sekarang guru cerewet itu akan mengganti bab trigonometri? Sial! Berkali-kali aku menggigiti pensil tanpa sedikitpun menaruh minat mendengarkan ocehannya. Mataku lalu beralih melirik laki-laki yang duduk berjarak dua bangku dariku. Tampaknya dia sangat serius memperhatikan. Tangannya tanpa lelah mencatat segala hal di papan tulis. Huh, dia membuatku iri saja! Bagaimana tidak? Dia adalah bintang sekolah, selalu peringkat pertama, dipuja-puja seluruh isi sekolah, apalagi wajahnya yang sangat rupawan – membuat gadis-gadis langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Aku pernah berpikir mungkin saja dia bukan manusia. Yah, dia sangat sempurna dan bagus di segala hal, kecuali satu.


Cho Kyu Hyun. Ya, pria itu. Kepribadiannya sungguh buruk. Dia tidak banyak bicara, kadang sifatnya sangat dingin, cuek, tidak punya simpati, tidak punya perasaan. Seperti inilah penilaianku selama satu semester sekelas dengan pria super jenius itu. Harus ku akui, sebenarnya aku menyukainya dan memperhatikannya. Tapi aku tidak ingin mengaku. Mengaku itu hanya akan membuat sakit hati. Sudah tak terhitung lagi jumlah gadis yang ditolaknya mentah-mentah. Aku tidak ingin menjadi korban yang kesekian kalinya. Tapi, yang sampai sekarang tidak aku pahami, mengapa lelaki seperti itu masih saja dikejar-kejar walau sudah tahu ujungnya akan ditolak juga? Ah, aku tidak mengerti jalan pikir orang-orang.

“Baek Chang Yi!”

“Eh.. Ne?” Aku baru menyadari seluruh kelas tengah memandangku. Kecuali satu.

Dengan kefokusan nol persen, aku kembali melirik Cho Kyu Hyun yang sibuk dengan dunianya. Pria itu masih serius mengutak-atik soal. “Tidak dengar? Jawab pertanyaan di papan tulis!”

“Apa harus saya yang menjawab, Seonsaengnim?

Gelak tawa langsung menggema. Aku sudah terbiasa dengan penghinaan ini. Tidak ada yang bisa kulakukan selain tertawa garing dengan pandanganku yang tidak beralih dari pria itu.

Geureom, Cho Kyu Hyun!”

Pria itu langsung berdiri tanpa ada ekspresi di wajahnya. Seluruh kelas lalu diam seketika. Kulihat berpasang-pasang mata mengikuti gerak-gerik Cho Kyu Hyun yang sedang berjalan menuju papan tulis. Tanpa memakan banyak waktu, papan tulis itu penuh dengan tulisannya.

Selalu seperti itu, dia mengakhirinya dengan cara yang sangat keren. Guru matematika itu tampak bingung sendiri. Aku yakin dia putus asa menyiapkan soal paling susah karena akan selalu diselesaikan Cho Kyu Hyun sekejab mata. Sekali lagi Cho Kyu Hyun berhasil membuat orang-orang melongo.

***
“Hey! Baek Chang Yi!”

Mwo?

“Akhir-akhir ini kerjaanmu melamun terus.” ujar Kwon Ji Min sembari mengambil tempat duduk berhadapan denganku. Gadis itu kemudian menyedot sekotak susu stroberi. Ekspresinya bertanya-tanya mengapa aku tidak kunjung menyentuh makan siangku. “Ada apa?” tanya Ji Min mulai khawatir.

Aniya.” jawabku singkat.

“Apa yang kau lihat?” tanya Ji Min lagi saat menyadari pandanganku yang ada pada satu titik. Ia kemudian mengikuti arah pandangku.

“Ish, dasar! Cho Kyu Hyun lagi? Ya, sebelum kau menyatakan cinta padanya, dia akan langsung menolakmu. Percayalah!”

Arra.

“Lalu kenapa kau menatapnya seperti itu kalau tidak sedang mengincarnya?”

“Ji Min-ah, kau pernah berpikir dia bisa menyukai seseorang? Atau mungkin berekspresi? Tersenyum?” pertanyaan bodoh itu meluncur tiba-tiba di mulutku.

“Entahlah, aku belum pernah melihatnya berekspresi.”

“Ah, padahal aku ingin tahu apa yang ada di pikirannya. Mengapa wajahnya sulit sekali ditebak?”

“Kalau kau benar-benar penasaran tentang pria itu, mengapa tidak menguntitnya saja? Kau bisa tahu kegiatannya, kebiasaannya, tingkah lakunya. Mungkin saja dia bisa berekspresi tanpa sepengetahuan kita. Hal seperti itu, siapa yang tahu–”

Tiba-tiba hiduplah lampu di dalam otakku. Sahabatku yang satu ini memang lihai memberi solusi. “Gomawo Ji Min-ah!

Ya! Ya! Kau serius akan melakukan itu?”

Aku langsung beranjak dari tempat dudukku. Dengan antusias aku kembali ke kelas. Hari ini, sepulang sekolah, aku akan mengikutinya. Ke manapun.

***
Bel pulang sekolah akhirnya berbunyi. Inilah saatnya aku beraksi. Kulihat Cho Kyu Hyun sibuk memasukkan buku-buku ke dalam tas sementara penghuni kelas yang lain keluar dengan rusuhnya. Kini hanya ada aku dan dia, dua orang terakhir yang keluar dari kelas. Pria tinggi itu lalu melenggang keluar tanpa menoleh. Kedua tangannya ia masukkan ke dalam saku celana. Ya, itulah kebiasaannya.

Aku mulai berjalan mengendap-endap. Kurasa jarak kami cukup jauh. Syukurlah, dengan begini dia tidak akan menyadari aku sedang mengikutinya. Tujuan pertama Cho Kyu Hyun sepulang sekolah adalah perpustakaan. Baiklah, ini normal karena dia memang anak jenius yang hobinya berkutat dengan buku tebal. Pria itu berputar-putar dari rak ke rak lain. Sepertinya tengah bingung mencari buku. Aku menutup setengah wajahku dengan kamus bahasa mandarin yang super berat. Ah, untungnya penyamaranku berhasil. Cho Kyu Hyun tidak sadar ada aku tidak jauh di depannya. Kulirik buku yang dibacanya saat ini. Sedikit lama saat aku berusaha membaca judulnya, lalu seketika mataku membelalak. Seorang Cho Kyu Hyun membaca buku kumpulan puisi cinta? Ah, apa benar aku tidak salah lihat? Untuk apa pria kaku itu membaca hal seperti itu? Seribu pertanyaan berputar-putar di kepalaku hingga aku menjadi tidak fokus dan..

Bruukk...

Aku berhasil menjatuhkan kamus berat itu. Entah kenapa buku-buku di sekitarku ikut menyusul jatuh. Astaga, betapa cerobohnya aku. Sudah pasti dengan suara seribut itu Cho Kyu Hyun akan mengetahui keberadaanku. Sial! Buru-buru aku berjongkok untuk mengambil buku-buku itu. Wajahku mendongak menunggu reaksi darinya. Apa mungkin dia akan menolongku mengambilkan buku-buku ini seperti drama yang sering kutonton? Tangannya dengan tidak sengaja menyentuh tanganku, mata kami bertemu kemudian dia mengatakan cinta padaku. Aish, tunggu! tunggu! Apa yang sedang kupikirkan? Sadarlah Baek Chang Yi! Itu dongeng, sedangkan realita tentang Cho Kyu Hyun berbanding terbalik. Bahkan lebih buruk.
  
Pria itu menatapku, hanya sekilas. Benar-benar kurang dari satu detik. Kemudian pandangannya beralih ke buku-buku yang aku jatuhkan. Wajahnya masih datar. Tidak terkejut ataupun berinisiatif menolongku. Sungguh pria ini tidak punya hati. Ia berjalan dengan cuek bebek melewatiku dan melangkahi buku-buku yang akan kuambil. Aku hanya bisa menggerak-gerakkan bibir tidak jelas sambil menatap punggungnya yang mulai menjauh.

Gwaenchanha?” Suara serak basah yang sangat familiar itu tiba-tiba berdengung di telingaku. Aku menoleh ke asal suara dan mendapati wajah tampan yang sangat dekat ini. Aku menelan ludahku. Jong Woon Sunbae? Kenapa dia bisa di sini?

***
“Berhati-hatilah lain kali!”

“Ah, ne.. Gomapseumnida Sunbae-nim!” kataku seraya membungkuk malu.

Kim Jong Woon, murid kelas tiga yang sangat kharismatik dan pandai bernyanyi itu berjalan meninggalkanku. Dulu, waktu aku masih duduk di semester satu, Jong Woon Sunbae adalah pria yang paling diidolakan semua orang, sama halnya dengan Cho Kyu Hyun. Dia adalah orang yang baik, pintar, keren, apalagi saat ia memainkan gitar yang bisa membuat wanita di seluruh dunia meleleh. Semenjak Cho Kyu Hyun masuk ke sekolah ini, semua penggemarnya berpindah hati. Semuanya kecuali aku. Aku masih mengidolakan pria itu. Baguslah, aku menyukai dua orang dalam waktu yang sama. Andai saja Cho Kyu Hyun memiliki sifat seperti Jong Woon Sunbae. Aku pasti sudah tergila-gila saat ini.

Baiklah, kini saatnya menguntit Cho Kyu Hyun lagi.

Pria itu berjalan ke arah mesin soda. Tak lama kemudian dua kaleng soda sudah ada di tangannya. Dua kaleng itu dibawanya sampai ke taman sekolah. Tunggu! Apa ini? Dua kaleng soda? Pikiranku berkecamuk menerka-nerka untuk apa dia membeli dua kaleng soda. Ah, tidak.. tidak. Bisa saja dia begitu menyukai soda sehingga satu kaleng tidak cukup buatnya. Ah, semua kemungkinan bisa terjadi pada pria super misterius itu bukan?

Aku mengambil posisi di balik semak-semak tinggi. Tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh. Yah, tempat ini proporsional untuk mengawasinya. Pria itu duduk menyilang sambil memasang headset di telinganya. Ia lalu membaca buku yang tadi dipinjamnya. Puisi cinta. Ini dia yang aku tunggu-tunggu. Bagaimana ekspresinya ketika membaca buku itu? Aku menunggu. Menunggu dan menunggu. Tidak ada yang berubah. Pria itu hanya terdiam dengan datar dan hanya membolak-balik buku itu seperti tanpa minat. Ah, ayolah Cho Kyu Hyun! Kau tidak tahu bagaimana perjuanganku untuk sampai di sini? Dan apa aku hanya akan melihatmu membolak-balik buku? Apa kau orang yang seperti ini? Cho Kyu Hyun.

Aku tidak akan pernah menyerah! Lihat saja! Aku mengawasimu, Cho Kyu Hyun!

 Tanpa kejenuhan sedikitpun, aku memperhatikan setiap gerak-geriknya. Aku hanya berharap dia tidak menyadari keberadaanku di sini.

1 jam kemudian...

Kakiku mulai kaku sekarang. Ini salah satu pengorbanan yang harus aku lakukan demi menguak kemisteriusan si Cho Kyu Hyun itu. Alhasil, dengan posisi berjongkok yang amat tidak nyaman ini membuat kakiku pegal-pegal. Akan ku pastikan dia membayar semua ini. Ah dasar, Cho Kyu Hyun! Dan sejauh ini tidak ada perkembangan tentangnya. Dia hanya seperti itu sejak tadi. Seperti patung cantik hiasan taman. Entahlah, aku tidak tahu apa yang dilakukannya di sana tanpa melakukan apa-apa. Tapi kurasa dia tengah menunggu seseorang. Dugaanku itu membuat ambisiku bertambah. Cho Kyu Hyun, lihat saja aku akan memergokimu!

Beberapa lama kemudian...

Baiklah ini sudah kelewatan! Sekarang sudah jam 7 dan tidak ada apa-apa? Tapi pengamatanku selama ini tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa Cho Kyu Hyun memang datar dan membosankan. Aku harus sabar sedikit lagi. Hwaiting, Baek Chang Yi!

Tidak lama kemudian aku dikejutkan oleh seseorang yang menepuk pundakku. Siapa ini?

“Apa yang kau lakukan?” tanya suara serak basah itu lagi. Jong Woon Sunbae. Aish, mengapa di saat seperti ini dia malah di sini? Cho Kyu Hyun bisa menyadari keberadaanku!

“Bukan apa-apa, Sunbae!” kataku penuh harap dia akan pergi dari sini.

“Ini sudah sore. Kau tidak pulang?””

“Sebentar lagi aku pulang.”

“Lalu kenapa kau berjongkok di sini?”

“Ah... itu... Aku hanya sedang... bosan menunggu jemputan. Barusan ayahku bilang tidak bisa menjemput, jadi sebentar lagi aku akan pulang sendiri.” kataku beralasan panjang lebar.

“Mau ku antar? Kebetulan aku akan melewati rumahmu.”

Aish! Pria ini kenapa tidak pulang saja sendiri! Aku sedang dalam misi penting, kau tahu!

 Karena kesal, aku langsung berdiri. “Ah, tidak perlu.. Gomapseumnida Sunbae-nim!

“Ya sudah kalau begitu. Aku duluan.”

Aku memaksakan sebuah senyuman lalu spontan aku langsung tersadar. Pertama suaraku cukup keras, kedua aku berdiri? sembilan puluh delapan persen aku yakin Cho Kyu Hyun akan melihatku sekarang. Tertangkap basah yang kedua kalinya. Perlahan aku membalikkan badan dan benar saja, Cho Kyu Hyun tengah menatapku. Yang paling membuatku terkejut bukan karena ini adalah rekor Cho Kyu Hyun menatapku dengan waktu yang lama. Tapi karena seorang gadis tengah duduk di sampingnya. Aku belum pernah melihat gadis itu di sekolah ini. Tapi dari seragamnya yang sama denganku, dia bersekolah di sini. Sama sepertiku. Gadis cantik berkepang dua itu tengah memperhatikanku juga. Dengan melihat mereka berdua, aku bisa menyimpulkan sendiri. Cho Kyu Hyun memiliki kehidupan pribadi yang seharusnya tidak aku campuri. Aku juga tidak ingin ada cerita cinta segitiga ataupun dicap sebagai perusak hubungan. Yah, cukup sampai di sini, Baek Chang Yi. Setidaknya aku sudah tahu sebagian kecil tentang Cho Kyu Hyun. Aku tidak ingin menggalinya lebih jauh lagi setelah aku melihat kejadian ini.

Annyeong, Cho Kyu Hyun!

Aku pun tersadar dari lamunanku. Aku mengalihkan pandangan dari mereka. Mataku lalu tertuju pada Jong Woon Sunbae yang belum pergi terlalu jauh. Aku berlari menghampirinya. Sebisa mungkin menjauhi pandangan Cho Kyu Hyun yang mengintimidasi. Aku lalu menepuk pundak Jong Woon Sunbae. Pria itu pun membalikkan badannya.

Aku memasang senyum lebar. “Aku berubah pikiran.”

Jong Woon Sunbae tersenyum sekilas. “Kajja!

Ia meraih tanganku dan menggandengnya. Aku sedikit kaget dengan perlakuannya tapi entahlah, aku merasa senang berada di sisinya. Kurasa detik ini aku tertarik pada pria bernama Kim Jong Woon.

~Kkeut (END)~

Dan di sisi lain...

[Author’s POV]
Seorang gadis berkepang dua berjalan menghampiri Cho Kyu Hyun yang tengah duduk di taman.

Oppa! Sudah lama menunggu?”

Kyu Hyun hanya mengangguk.

Gadis itu tertawa kecil. “Mian. Oh, kau membeli soda untukku?” gadis itu lalu duduk di samping Kyu Hyun.

Sekali lagi Kyu Hyun hanya mengangguk.

“Ahhh... Gomawo Oppa!” seru gadis itu manja sambil merangkul lengan Kyuhyun.

Kyu Hyun kemudian menyodorkan buku puisi cinta ke arah gadis itu.
“Kau mencari-cari buku ini kan?”

“Ah, iya. Gomawo Oppa! Kau tahu saja.”

Gadis itu membuka buku itu lembar demi lembar. “Yeay, sudah lama sekali aku ingin membaca buk...”

“Ah, tidak perlu.. Gomapseumnida Sunbae-nim!” tiba-tiba terdengar suara yang cukup keras untuk membuat mereka berdua menengok ke sumber suara.

“Oppa, sejak kapan gadis itu ada di situ?”

“Dia mengikutiku sejak pulang sekolah.”

“Dia stalker? kau populer sekali ya.”

Chang Yi mengalihkan pandangan lalu berlari meninggalkan kedua orang itu.

Kyu Hyun tertawa kecil melihat reaksi Chang Yi.

“Wah kau tertawa? Oppa suka gadis itu ya?”

Ani.

“Ha! Ha! Ketahuan! Pandai sekali menyangkal!”

Ya! Cho Kyu Won, berhenti menggangguku!”

“Ha! Ha! Lihat wajahmu! Lucu sekali! Akan kuadukan pada Eomma!”

“Diamlah! Ayo, cepat pulang!”

*****

Gimana? Aneh ya? hahahahha... Sori ya absurd banget FFnya. Semoga terhibur dan ngerti ceritanya ya.. Simpulkanlah sendiri.. hahaha *evil laugh* intinya, makasih buat readers yang dah nyempetin baca FFku yang ga jelas ini. No Comment juga gapapa sih, karena emang kalo aku jadi readersnya FF ini, aku bakalan speechless.. hahaha.. tapi tetep berharap ada yang Comment yaa.. *lah gimana sih?* oke lupakan! Anyway, Thanks for Reading ^^


By : PSJ

2 komentar:

No Silent Readers! Give a comment is EASY Right?... Gomawoyo^^